Suasana tengah malam yang sunyi dipenuhi dengan kegelapan dan kesunyian, hanya terdengar suara gemetar angin malam yang membuat bulu kuduk merinding. Ponselku berdering tiba-tiba, sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal dengan tulisan aneh “cerita horror orderan tengah malam”. Tanpa pikir panjang, aku membuka pesan tersebut dan mulai membaca cerita mengerikan yang disampaikan melalui gambar-gambar hitam putih yang menyeramkan. Hatiku berdegup kencang saat menyadari bahwa setiap detik berlalu, shroomie bros cerita semakin memperlihatkan sisi gelapnya yang mengguncang hati dan pikiran. Suara langkah kaki di lorong rumah semakin dekat, namun ketika aku ingin menutup ponsel lagi, layarnya tiba-tiba mati sendiri dan hanya tersisa bayangan sosok tak kasat mata di balik jendela gelap. Aku terpaku dalam ketakutan sejati tanpa bisa berkutik dari ancaman horor di balik cerita ini.

Suasana tengah malam yang sunyi terhanyut dalam kegelapan, hingga tiba-tiba sebuah orderan misterius datang dari nomor tak dikenal. Tanpa pikir panjang, aku menyetujui pesanan tersebut tanpa sadar akan nasib mengerikan yang menunggu di baliknya. Saat pintu rumah terbuka pelan-pelan tanpa sentuhan siapapun, aku merasa detak jantungku semakin cepat dan napasku tersengal-sengal. Dan itulah ketika aku menyadari bahwa cerita horror “orderan tengah malam” telah menjadi kenyataan yang menggerakan bulu kudukku dan membuat darahku membeku dalam ketakutan mendalam.

Di tengah kegelapan malam, terdapat sebuah cerita horror yang beredar di kalangan penyuka hal-hal mistis. Cerita itu bermula dari seorang pria yang duduk sendirian di ruang tamu rumahnya pada tengah malam. Tanpa disangka, tiba-tiba ponselnya berdering dengan sebuah orderan misterius dari nomor tak dikenal. Dengan gemetar, ia menerima pesanan itu dan menyadari bahwa sesuatu telah mengintai dalam ketidakpastian gelap tersebut. Setelah beberapa saat, pintu rumahnya mulai berderit tanpa suara sedikit pun. Spontan ia membuka pintu hanya untuk menemukan paket makan malam yang aneh dan mencurigakan dengan tulisan “pesanan khusus untukmu”. Ketika dibuka, isinya bukanlah makanan melainkan potongan-potongan jari manusia segar yang masih terasa hangat serta surat bertuliskan “jangan lupakan pesananmu.” Sorot mata cemasnya hampir mati karena ketakutan melihat bayangan hitam memenuhi seluruh ruangan menyampaikan pesannya: “kau akan menjadi santapan kami malam ini.” Semua hilang dalam kegelapan tanpa jejak seperti mimpi