Teknologi dan Keterlibatan Pelanggan di Era Baru

Oleh Dr. Dita Amanah, MBA, Dosen Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Usaha Kampus Pendidikan Indonesia

Zaman digital sudah bawa peralihan yang tidak pernah terjadi awalnya dalam langkah kita hidup, bekerja, berkomunikasi, dan berhubungan dengan dunia disekitaran kita. Tehnologi jadi kemampuan penggerak dibalik alih bentuk itu.

Tehnologi sudah jadi alat yang sangat dibutuhkan untuk usaha yang ingin menyesuaikan dengan lanscape digital dan bersaing yang semakin bertambah. Merengkuh tehnologi memungkinkannya usaha untuk selalu lincah, bereksperimen, dan penuhi keperluan pelanggan dan pasar yang semakin berkembang.

Khusus di bagian marketing, tehnologi terus memutar lanscape marketing, mendayagunakan pemasar dengan beberapa alat hebat, wacana berbasiskan data, dan taktik inovatif untuk tersambung dengan customer https://www.populita.com/ dan menggerakkan perkembangan usaha di dunia yang semakin digital. Berikut contoh-contoh bagaimana tehnologi sudah mengganti berbagai faktor marketing, dimulai dari analitis data dan advertensi sampai pembikinan content dan keterkaitan pelanggan:

Marketing Berbasiskan Data

Tehnologi memungkinkannya pemasar kumpulkan dan menganalisa sebagian besar data untuk pahami sikap dan opsi customer dengan lebih bagus. Contohnya, basis e-niaga, seperti Amazon mencari pencarian pelanggan dan kisah pembelian untuk tawarkan referensi produk yang dikustomisasi. Tehnologi ini menolong pemasar sesuaikan pesan dan promo marketing mereka dengan fragmen audience tertentu, hingga menghasilkan tingkat keterkaitan dan alterasi lebih tinggi.

Marketing Media Sosial

Basis sosial media memberikan pemasar alat hebat untuk berhubungan dengan audience sasaran mereka dan membuat kesadaran merk. Contohnya, basis advertensi Facebook memungkinkannya pemasar membuat kampanye iklan yang sangat bertarget berdasar data demografi, geografis, dan sikap.

Alat pendengar sosial media memungkinkannya pemasar mengawasi pembicaraan mengenai merk dan industri mereka dengan real-time, memungkinkannya mereka memberi respon operan balik dan trend pelanggan secara cepat.

Marketing Content

Tehnologi sudah mengganti pembikinan dan distribusi content, memungkinkannya pemasar menghasilkan content multimedia berkualitas tinggi dalam jumlah besar. Mekanisme management content (CMS), seperti WordPress dan HubSpot memungkinkannya pemasar secara gampang membuat, mengeluarkan, dan membagikan content di berbagai aliran.

Basis hosting video, seperti YouTube dan Vimeo memberikan pemasar basis untuk share content video yang memikat dengan audience mereka, hingga menggerakkan kesadaran dan keterkaitan merk.

Otomasi Marketing

Basis mekanisasi marketing menolong pemasar sederhanakan pekerjaan yang berulang-ulang, seperti marketing e-mail, pemeliharaan prospek, dan segmentasi pelanggan. Contohnya, basis seperti Marketo dan HubSpot memungkinkannya pemasar membuat kampanye e-mail automatis yang dipacu oleh perlakuan atau sikap pemakai.

Tehnologi otomasi marketing memungkinkannya pemasar sampaikan pesan yang dikustomisasi dalam jumlah besar, memiara prospek lewat aliran pemasaran, dan mencari efektifitas kampanye mereka.

Marketing Influencer

Tehnologi sudah memberikan fasilitas timbulnya marketing influencer, yang mana merk bekerjasama dengan influencer sosial media untuk mempromokan produk dan layanan mereka. Basis marketing influencer, seperti Instagram dan TikTok menyambungkan merk dengan influencer, mencari performa kampanye, dan mengurus kerja sama influencer.